Kamis, 15 Desember 2022

Modul Ajar Kelas 2 Kurikulum Merdeka

 

Text Box: MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA 2022 
Bahasa Indonesia  SD KELAS 2
 

 

 

 


INFORMASI UMUM 

A.  IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Materi Pembelajaran

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

Dinda Marcelina, S. Pd.

 

2022

SD

Bahasa Indonesia

A / 2

Cara menjaga kesehatan tubuh

1 kali pertemuan/ 2x35 menit

KOMPETENSI INTI (KI)

1.     Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

2.     Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.

3.     Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.

4.     Menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak kreatif, produktif,  kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

KOMPETENSI DASAR (KD)

3.4   Mengenal kosakata dan konsep tentang lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat di lingkungan sekitar serta cara menjaga kesehatan lingkungan dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah melalui teks tulis, lisan, dan visual.

4.4  Menyajikan penggunaan kosakata bahasa Indonesia yang tepat atau bahasa daerah hasil pengamatan  tentang  lingkungan  sehat  dan lingkungan tidak sehat di lingkungan sekitar serta cara menjaga kesehatan lingkungan dalam bentuk teks tulis, lisan, dan visual.

INDIKATOR

3.4.1      Menjelaskan kosakata dan konsep tentang lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat di lingkungan sekitar serta cara menjaga kesehatan lingkungan dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah melalui teks tulis, lisan, dan visual. 

3.4.2      Mengidetifikasi kosakata yang berkaitan dengan lingkungan sehat berdasarkan teks.

4.4.1      Melaporkan hasil pengamatan kosakata bahasa indonesia yang berkaitan dengan lingkungan sehat

 

 

 

B.  KOMPETENSI AWAL 

·   Peserta didik dapat menganalisis sikap agar terwujud persatuan dalam permainan

C.  PROFIL PELAJAR PANCASILA

·       Bernalar Kritis

·       Bergotong royong

·       Mandiri

·       Kreatif

D.  SARANA DAN PRASARANA

SUMBER DAN  MEDIA

1.    Buku Pedoman Guru Tema 4 Kelas 2 dan Buku Siswa Tema 4 Kelas 2 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).

2.    Lingkungan sekitar

3.    Gambar cara menjaga kesehatan tubuh

4.    Power point

5.    Video pembelajaran : https://youtu.be/nNevPoS-glY dan https://www.youtube.com/watch?v=ydIc-7O2-4w.

 

E.  TARGET PESERTA DIDIK

·   Siswa reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

·   Siswa dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.   JUMLAH PESERTA DIDIK

·    Maksimum 35  Siswa

G.  MODEL PEMBELAJARAN

·   Pembelajaran Tatap Muka Problem Based Learning

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran:

1.     Dengan mengamati gambar, peserta didik dapat mengenalisis pentingya menjaga kesehatan tubuh dengan benar.

2.     Dengan berdiskusi, peserta didik dapat menemukan cara menjaga kesehatan tubuh dengan tepat.

B.  PEMAHAMAN BERMAKNA 

·       Peserta didik mampu menemukan cara menjaga kesehatan tubuh..

C.  PERTANYAAN PEMANTIK 

·       Apakah anak-anak sebelum makan mencuci tangannya?

·       Apakah sebelum tidur anak-anak menggosok giginya?

 

 

 

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

a.  Persiapan Mengajar

Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, guru harus melakukan persiapan yang maksimal supaya kegiatan pembelajaran yang dilakukan bersama peserta didik bisa berjalan maksimal dan bermakna. Adapun yang harus dipersiapkan guru, di antaranya sebagai berikut:

1)  Peralatan Pembelajaran

Adapun alternatif peralatan pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh guru sebelum memulai kegiatan pembelajaran pada kegiatan belajar 1 ini, diantaranya:

a.     Laptop,

b.     Proyektor

c.     Papan tulis

d.     Gambar cara menjaga kesehatan tubuh

e.     Power Point

f.      Video pembelajaran : https://youtu.be/nNevPoS-glY dan https://www.youtube.com/watch?v=ydIc-7O2-4w.

 

2)  Media Pembelajaran

a.     Power Point

 

b.     Gambar cara menjaga kesehatan tubuh

c.     Video pembelajaran : https://youtu.be/nNevPoS-glY

 

 

 

 

 

 

https://www.youtube.com/watch?v=ydIc-7O2-4w

 



A.             KEGIATAN  PEMBELAJARAN 

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi

Waktu

Kegiatan

Pendahuluan

1.    Melakukan Pembukaan dengan Salam dan Dilanjutkan Dengan Membaca Doa (Orientasi)

2.    Mengaitkan Materi Sebelumnya dengan Materi yang akan dipelajari dan diharapkan dikaitkan dengan pengalaman peserta didik (Apersepsi)

3.    Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. (Motivasi)

4.    Memberikan motivasi dengan mengajak siswa bernyanyi dan tepuk semangat

    10

    menit

Kegiatan

Inti

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran

 

·       1) Orientasi siswa pada masalah,

 

Guru memberikan pertanyaan pemantik

     

  • Apakah anak-anak sebelum makan mencuci tangannya?
  • Apakah sebelum tidur anak-anak menggosok giginya?

 

 

  • Guru menampilkan percakapan pada power point

 

 

 

·       Guru menampilkan video akibat tidak mencuci tangan dan tidak mandi

 

·       2) Mengorganisasi siswa untuk belajar, 

  • Siswa sudah dibagi kedalam kelompok berdasarkan tingkat kemampuan awal dimana  masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa .

 

·       Peserta didik membaca teks yang ditampilkan guru

 

 

 

·       3) Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok

·       Guru membagikan LKPD

·       Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan cara menjaga kesehatan tubuh

·       Peserta didik menemukan apa saja cara menjaga kesehatan tubuh

 

  • Guru memberikan bimbingan serta arahan kepada siswa agar dapat menemukan cara menjaga kesehatan tubuh.

 

  • Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada LKPD yang sudah dibagikan.

 

 (Creativity and Innovation)

Tahap 4 mengembangkan dan menyajikan hasil karya

  • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil temuan dan diskusinya kemudian. Kelompok yang lain memberika tanggapan tentang hasil presentasi dengan raise hand terlebih dahulu

4. Tahap 4 menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

  • Masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap kelompok yg sedang melakukan presentasi dan menilai hasil presentasi teman-temannya dan memberikan penilaian

    50

    Menit

Kegiatan

Penutup

·   Siswa menyimpulkan tentang apa saja cara menjaga kesehatan tubuh.

·   Guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi dan feedback

·   Guru mengumumkan presentasi terbaik sebagai motivasi

    10

    Menit

E.  REFLEKSI 

 

F.  ASESMEN / PENILAIAN

 

a.  Penilaian Sikap

Penilaian sikap dapat dilakukan di sepanjang proses pembelajaran. Teknik penilaian yang paling mudah adalah dengan teknik pengamatan atau observasi. 

Adapun format observasi penilaian sikap dapat menggunakan contoh format berikut ini:

 

Pedoman Pengamatan Sikap

Kelas                            : 2

Hari, Tanggal              : Rabu, 16 November 2022

Pertemuan Ke-            : 6

Materi Pembelajaran  : Bahasa Indonesia

No

Nama Peserta

Didik

Aspek Penilaian

Kejujuran

Komunikatif

Tanggung

Jawab

percaya diri

1.

2.

3.

4.

5.

 

b.  Penilaian Pengetahuan

Penilaian Pengetahuan dilakukan dalam bentuk tes tertulis/lisan dengan menjawab soal-soal sebagai berikut:

Berilah tanda þ pada jawaban yang tepat jika gambar di bawah ini merupakan cara menjaga kesehatan tubuh yang sesuai atau tidak

 

1.      

                                    o Sesuai                o Tidak Sesuai

 

 

2.      

                               o Sesuai                o Tidak Sesuai

 

3.      

                                 o Sesuai                o Tidak Sesuai

 

 

 

 

 

 

4.      

                                 o Sesuai                o Tidak Sesuai

 

5.      

                                    o Sesuai                o Tidak Sesuai

 

Pedoman Penskoran

 

No

Kunci Jawaban

Skor

1

Sesuai

20

2

Tidak Sesuai

20

3

Sesuai

20

4

Tidak Sesuai

20

5

Sesuai

20

 

Total Keseluruhan

100

 

 

c. Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengukur ketercapaian aspek keterampilan kewarganegaraan. Penilaian ini dapat dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran pada saat menyampaikan pendapat di kelompok atau saat presentasi. Format penilaian dapat menggunakan contoh format di bawah ini: :

 

Pedoman Pengamatan Diskusi

No

Nama Peserta

Didik

Aspek Penilaian

Jumlah Nilai

1

2

3

1.

2.

3.

4.

5.

 

Aspek dan Rubrik Penilaian

No

Aspek Penilaian

Nilai

Perolehan

Nilai

1.

Kejelasan dan kedalaman informasi

a. Informasi disampaikan secara jelas, lengkap, dan relevan dengan topik/tema yang didiskusikan

30

b. Informasi disampaikan secara jelas, lengkap, tetapi kurang relevan dengan topik/tema yang didiskusikan.

20

c. Informasi disampaikan secara jelas, tetapi kurang lengkap.

10

2.

Keaktifan dalam berdiskusi

a. Sangat aktif dalam diskusi.

30

b. Cukup aktif dalam diskusi.

20

c. Kurang aktif dalam diskusi.

20

3.

Kejelasan dan kerapian dalam presentasi

a. Presentasi sangat jelas dan rapi.

40

b. Presentasi cukup jelas dan rapi.

30

c. Presentasi dengan jelas tetapi kurang rapi.

20

d. Presentasi dengan kurang jelas dan kurang rapi.

10

Perhitungan Perolehan nilai

Nilai akhir yang diperoleh merupakan akumulasi dari perolehan nilai untuk setiap aspek dengan ketentuan sebagai berikut :

Jika peserta didik pada aspek pertama memperoleh nilai 20, aspek kedua 30, aspek keempat 40, maka total perolehan nilainya adalah 90.

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan 

Guru dapat menyampaikan materi pengayaan untuk dipelajari oleh peserta didik secara mandiri atau berkelompok. Guru dapat mengangkat topik atau materi tentang contoh-contoh bangun ruang yang ada di rumah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



 

 

 

LAMPIRAN 

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

 

 

 

Kelompok          : ...........................................................................

Kelas                  : .............................................................................

Nama Anggota

1. ...........................................................................

2. .............................................................................

3. .............................................................................

4. .............................................................................

5. .............................................................................

 

Diskusikan jawaban dan tuliskan ke dalam kolom di bawah ini!

B.  BAHAN AJAR

Apa itu kesehatan?

Kesehatan adalah kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan. Pemahaman tentang kesehatan telah bergeser seiring dengan waktu. 

 

 

 

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh

1.     Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan

2.     Membasuh kaki saat baru tiba dari luar rumah

3.     Rajin mandi dengan sabun dan air mengalir

 

 

4.     Menggosok gigi sesudah makan dan sebelum tidur

 

 

5.     Memotong kuku-kuku yang panjang

C.   GLOSARIUM

 

·       Kesehatan adalah kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan. Pemahaman tentang kesehatan telah bergeser seiring dengan waktu. 

·       Tubuh atau badan adalah bagian fisik materi manusia atau hewan, yang dapat dikontraskan dengan roh, sifat, dan tingkah laku.

·       Kebersihan berasal dari kata bersih yang artinya yaitu bebas dari kotoran, sedangkan kebersihan yaitu keadaan yang menurut akal dan pengetahuan manusia dianggap tidak mengandung noda atau kotoran.

D.   DAFTAR PUSTAKA

a.    Buku guru dan buku siswa

b.    https://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan

c.     https://adjar.grid.id/read/542994175/cara-menjaga-kebersihan-badan-kelas-2-tema-4?page=all

 

IDENTITAS MANUSIA INDONESIA

 


TAHAP PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


 

Selasa, 13 Desember 2022

MOTIVASI BELAJAR


Berbagai perspektif psikologis menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda. Mari kita sama-sama mengeksplorasi keempat perspektif ini.

  1. Perspektif perilaku

Pada perspektif perilaku, motivasi seringkali dikaitkan dengan imbalan dan hukuman eksternal sebagai penentu keberhasilan siswa. Misal: pemberian nilai angka dan huruf, memberikan pengakuan kepada siswa, memberikan “hak istimewa”, dan sebagainya.

  1. Perspektif humanistik

Pada perspektif humanistik, motivasi lebih ditekankan kepada kemampuan pertumbuhan pribadi siswa, kemerdekaan untuk memilih dan sifat-sifat positif. Perspektif ini sangat erat dengan keyakinan Abraham Maslow bahwa terdapat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan yang lebih tinggi dapat dipuaskan. Kebutuhan-kebutuhan yang dimaksud dapat diperhatikan pada gambar di bawah ini:

Gambar 1.5 Hierarki Kebutuhan Maslow

  1. Perspektif kognitif

Pada perspektif kognitif, motivasi muncul karena adanya pemikiran dari setiap individu. Jika perspektif perilaku lebih menekankan pada insentif eksternal, maka dalam perspektif kognitif tekanan dari eksternal tidak perlu terlalu ditonjolkan. Menurut perspektif kognitif, seseorang perlu diberikan lebih banyak kesempatan, tanggung jawab, serta mengendalikan hasil prestasi sendiri.

  1. Perspektif sosial

Pada perspektif sosial, motivasi sering dikaitkan dengan kemampuan seseorang dalam membangun, memelihara, dan memulihkan hubungan pribadi yang dekat dan hangat pada orang lain.

 

Motivasi sendiri terbagi menjadi dua bentuk, motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik terkait dengan kegiatan melakukan sesuatu yang bertujuan untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Sementara itu, motivasi intrinsik berkaitan dengan motivasi internal yang ada pada diri seseorang untuk dapat melakukan kegiatan berdasarkan minat dan kemauannya sendiri. 

Pembelajaran Berdiferensiasi

 

Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Menurut Tomlinson (2001) Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik sebagai individu. Atau bisa dikatakan juga bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang memberi keleluasaan dan mampu mengakomodir kebutuhan peserta didik untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik yang berbeda-beda.

Jika kita melihat kasus Pak Darso di atas, bukan berarti Pak Darso harus mengajar dengan 28 cara yang berbeda untuk mengajar 28 murid. Bukan pula Pak Darso harus memperbanyak soal untuk peserta didik yang lebih cepat mengerjakannya. Bukan pula Pak Darso harus mengelompokan yang pintar dengan yang pintar dan yang lambat dengan yang lambat. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda pada setiap anak. Bukan pula pembelajaran yang semrawut, dimana guru harus membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus, dimana guru harus lari kesana kemari untuk mengajari anak satu dengan yang lainnya dalam waktu yang bersamaan. Guru bukanlah makhluk ajaib yang harus kesana kemari berada dalam tempat yang berbeda dalam satu waktu untuk membantu banyak peserta didik dalam satu waktu bersamaan dan memecahkan semua permasalahan. Lantas seperti apa sebetulnya pembelajaran berdiferensiasi itu? 

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan peserta didik. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:

Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang” peserta didik untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap peserta didik di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.Jika kita mengacu ke kasus Pak Darso di atas, maka keputusannya untuk memberikan soal tambahan, dengan jenis soal yang tetap sama serta tingkat kesulitan yang juga sama, kepada tiga murid yang selesai terlebih dahulu, belum dapat dikatakan sebagai diferensiasi. Apalagi, tujuan diberikannya soal tadi adalah agar tiga murid tersebut ada ‘pekerjaan’ sehingga tidak mengganggu murid yang lain. Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut. Oleh karena itu, Pak Darso perlu melakukan identifikasi kebutuhan belajar dengan lebih komprehensif, agar dapat merespon dengan lebih tepat terhadap kebutuhan belajar peserta didiknya, termasuk ketiga peserta didik tersebut.

Ciri-ciri dari Pembelajaran Berdiferensiasi

Nah, lantas apa sajakah ciri-ciri dari pembelajaran berdiferensiasi ini? Mari kita lihat!

 Menurut Tomlinson (2001): pembelajaran berdiferensiasi memiliki empat ciri, yaitu: 

  1. Pembelajaran berfokus pada konsep dan prinsip pokok. Harus berfokus pada kompetensi dasar pembelajaran.
  2. Evaluasi kesiapan dan perkembangan belajar peserta didik diakomodasi ke dalam kurikulum; Di sini perlu adanya pemetaan kebutuhan peserta didik kemudian dimasukan kedalam strategi pembelajaran.
  3. Pengelompokan peserta didik dilakukan secara fleksibel; misalnya, bisa secara mandiri, berkelompok berdasarkan tingkat kecerdasan, berkelompok berdasarkan modalitas belajar, dll. 
  4. Siswa secara aktif bereksplorasi dibawah bimbingan dan arahan guru. Pembelajaran berdiferensiasi ini berpusat kepada siswa. 

Apakah Anda sudah mengerti definisi dan ciri-ciri dari pembelajaran berdiferensiasi? Jika belum, silahkan baca ulang kembali. Jika sudah memahami, mari kita lanjutkan untuk mempelajari pemetaan kebutuhan siswa.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan diagram pemahaman pembelajaran diferensiasi berikut:

Perlunya Pembelajaran Berrdiferensiasi


 Sejatinya setiap individu itu berbeda satu dengan yang lainnya. Begitu juga setiap siswa di kelas pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya. Begitu banyak kebutuhan siswa yang harus dipenuhi. Tanpa disadari, guru setiap harinya menghadapi murid dengan berbagai keragaman yang banyak sekali macamnya. Guru selalu dihadapkan berbagai tantangan dalam mengajar dan kerap kali harus melakukan dan memutuskan sesuatu hal dalam satu waktu. Keterampilan yang luar biasa ini banyak yang tidak disadari oleh para guru, karena begitu naturalnya hal ini terjadi di kelas dan guru menghadapi tantangan tersebut menjadi hal yang biasa baginya. Berbagai usaha dilakukan oleh para guru, tentunya tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap peserta didik sukses dalam proses pembelajarannya. 

Nah, dengan melihat banyak perbedaan antara satu peserta didik dengan peserta didik yang lainya, tentunya perlu adanya pembelajaran berdiferensiasi. Sebelum beranjak ke definisi tentang apa itu pembelajaran berdiferensiasi, silahkan simak teori-teori yang mendasari perlunya pembelajaran berdiferensiasi

Perbedaan itu bisa Anda lihat dari sistem ekologi pada setiap individu (latar belakang keluarga, budaya, politik, ekonomi, lingkungan, dan lain sebagainya), multiple intelligences, zone of proximal development (ZPD), learning modalities atau yang kita kenal dengan gaya belajar, serta masih banyak perbedaan lainnya yang Anda mungkin dapati tentang perbedaan pada setiap individu ini. Di bawah ini Anda akan membaca tentang beberapa teori bahwa sejatinya individu itu berbeda. 

Kurikulum Merdeka

  Sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan seb...